Pertumbuhan Ekonomi Anjlog, Gerindra : Pemerintah Kian Tergantung Pada Utang
Pertumbuhan Ekonomi Anjlog, Gerindra : Pemerintah Kian Tergantung Pada Utang
mutiaranews - Fraksi Gerindra DPR RI menilai bahwa pemerintah gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan rata-rata sebesar 7%.
Hal tersebut lantaran lemahnya sosok kepemimpinan Presiden Joko Widodo sebagai kepala pemerintahan yang mengakibatkan ralisasi pertumbuhan 2015 hanya sebesar 4.79%, tahun 2016 sebesar 5.02% dan pada 2017 diperkirakan tidak lebih tinggi dari 5.15% saja.
“Sehingga membuat perkiraan kami rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 tahun pemerintahan Presiden Jokowi maksimal hanya akan sebesar 5.25%. Sehingga, kami menilai untuk mengejar ketertinggalan (pertumbuhan ekonomi) pemerintah harus mampu mendorong pertumbuhannya minimal 8%,” kata Kata Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani, di Jakarta, Rabu (25/10).
Tidak hanya itu, Muzani juga mengatakan bahwa kabinet kerja gagal untuk meningkatkan rasio pendapatan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, bahkan tidak mampu menahan anjlognya rasio tersebut hingga menjadi 12.6% dalam Rancangan APBN 2018 ini.
“Penurunan tajam rasio tersebut dari 19.8% pada tahun 2008 menjadi 12.6% dalam RAPBN 2018, mengakibatkan pemerintah berada dalam ‘Kriris Pendapatan’,” ujarnya Sekertaris Jenderal DPP Partai Gerindra.
“Realitas ini membuat pemerintah semakin tergantung pada utang, dan sempitnya ruang fiskal saat ini mengakibatkan rakyat tambah menderita,” pungkas Muzani.[mutiaranews.com/akt]

Post a Comment